Tentang Ngaji Sequat

Komunitas Pendidikan dan Pengembangan Karakter Anak

Ngaji Sequat adalah komunitas pendidikan dan pengembangan karakter anak yang berpusat di Dukuh Mertan, Desa Kunden, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Ngaji Sequat resmi berdiri pada Rabu, 23 Juni 2021 M, bertepatan dengan 13 Dzulqa'dah 1442 H. Berawal dari ruang belajar sederhana, Ngaji Sequat tumbuh menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar Al-Qur'an, mengembangkan karakter, melatih kepemimpinan, serta membangun kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

Kata "Ngaji" berarti mengkaji atau mempelajari ilmu, sedangkan "Sequat" berarti pasukan. Nama ini menggambarkan sekelompok anak yang memiliki semangat besar untuk belajar, mengaji, dan bertumbuh bersama dalam kebaikan.

Di sisi lain, Sequat juga merupakan akronim dari Sejarah, Quran, Akhlak, dan Tahfidz. Keempat nilai tersebut menjadi fondasi dalam setiap proses pembelajaran dan kegiatan yang diselenggarakan di Ngaji Sequat.

Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta bermanfaat bagi masyarakat apabila tumbuh dalam lingkungan yang baik dan penuh keteladanan.


Visi

Menjadi komunitas pendidikan dan pengembangan karakter anak yang menyenangkan, bermakna, serta melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan peduli terhadap sesama.


Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut, Ngaji Sequat berkomitmen untuk:

  1. Menyelenggarakan pembelajaran Al-Qur'an yang mudah, menyenangkan, dan berkesinambungan.
  2. Menumbuhkan karakter Islami melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Mengembangkan potensi akademik anak melalui program bimbingan belajar.
  4. Membina santri senior agar memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan mampu menjadi teladan.
  5. Menanamkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.
  6. Membangun kolaborasi dengan orang tua, relawan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif.


Sejarah Berdirinya Ngaji Sequat

Ngaji Sequat lahir dari kepedulian enam anak Dukuh Mertan, yaitu Bima Saputra, Fawwas Zakiyul Fikri, Eka Wahyu Setiawan, Rafa Faizal Najmuddin, Shafira Widya Sari, dan Kamiliyya Muadztun.

Pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021, berbagai kegiatan belajar di sekolah maupun di masjid mengalami pembatasan. Kondisi tersebut mendorong mereka untuk menghadirkan ruang belajar sederhana agar anak-anak tetap dapat belajar Al-Qur'an dan saling menguatkan.

Berawal dari kegiatan mengaji di rumah, perlahan tumbuh kesadaran bahwa anak-anak juga membutuhkan tempat untuk belajar akhlak, kepemimpinan, tanggung jawab, serta berbagai nilai kehidupan lainnya.

Dari langkah kecil itulah Ngaji Sequat terus berkembang menjadi komunitas pendidikan dan pengembangan karakter anak hingga saat ini.


Landasan Berdiri

Ngaji Sequat berdiri dengan berlandaskan nilai-nilai Islam dan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa.

1. Al-Qur'an

Q.S. At-Taubah ayat 122

Ayat ini mengajarkan pentingnya selalu ada sekelompok orang yang memperdalam ilmu agama dan menyebarkannya kepada masyarakat.

2. Hadis Rasulullah ﷺ

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."

(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar Ngaji Sequat untuk terus belajar dan berbagi ilmu.

3. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Pasal 28E ayat (3):

"Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat."

Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian dari perjalanan Ngaji Sequat sebagai komunitas.


Mari Bertumbuh Bersama

Perjalanan Ngaji Sequat masih panjang.

Kami menyadari bahwa membentuk karakter anak bukanlah proses yang instan. Karena itu, kami terus belajar, berbenah, dan berkolaborasi agar Ngaji Sequat dapat menjadi ruang bertumbuh yang menyenangkan bagi setiap anak.

Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini menjadi amal jariyah dan membawa manfaat bagi generasi masa depan.


Komentar